Dewi
Ruang sejuk ini bukan kayangan
yang menumpahkan cetera
seorang raja pemilik kesaktian
yang mampu menewaskan
raksasa dan bota kerana mengikut mimpi
mencari puteri di negeri nan jauh
ia hanyalah ruang sejuk
tempat kita meneguk kopi
sambil menunggu pesawat
mengangkat kita ke langit
kau adalah dewi yang tiba-tiba
jatuh dari langit angan-angan
setiap lelaki yang tiba
membawa buntilan raga
dari hati yang sering jatuh dan luruh
dalam kayangan dewa dan dewi
kopiku terasa manis saat hatiku
jatuh dan mengacau gula di dalamnya
apakah setiap saat sang dewa
mampu memanah cintanya
menembusi jajaran pokok
untuk membuktikan kesaktian
demi merebut cinta sang dewi
aku tentunya lelaki yang tidak punya
panah dan busur yang mampu
memanah hati sesiapa
cuma mengharap seteguk kopi
menghilangkan dahaga dari perjalanan
yang lelah mengitari kota
yang penuh cinta, dewa dan dewi
S.M. Zakir
Bandung,
8 Ogos 2009
Showing posts with label puisi kabur. Show all posts
Showing posts with label puisi kabur. Show all posts
Wednesday, August 12, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)