Friday, July 8, 2011

TANAH DICIPTAKAN ANGIN

Tanah Diciptakan Angin

Ah, katamu urat-urat dari tanah ini
adalah peta purba yang diciptakan angin
ketika para pengembara lewat di pintu kota
dan menuliskan nasib masing-masing
di daun-daun lontar dengan dakwat
dari darah masing-masing; masih kau ingin
mengatakan bahawa manusia menulis takdirnya
setelah malaikat menutup bukunya untuk kita
sedang kau tidak pernah tahu di manakah
buku yang menulis nasib dan takdir
disimpan oleh malaikat di bahu kita
aku masih mencari urat-urat dari tanah
yang kau katakan sebuah peta purba
lahir dari angin – taufan dan badai
setelah kaum-kaum yang ingkar
dihancurkan oleh Tuhan Maha Kuasa
akibat dosa yang mereka tuliskan sendiri
kota yang kita temukan dilingkari hutan duri
tanpa penghuni; dipetualang sepi dan kosong
adalah jiwa kita sendiri yang kehilangan takdir
setelah angin membawa segala apa yang ada
dalam diri kita; pergi menjauh dan sirna
kita kehilangan sunyi yang bertapa dalam diri
setelah kita terlempar ke dunia hiruk
yang sering menuntut kita untuk menjual
segala kejujuran diri dan kecintaan Ilahi
ah, kau memanggilku untuk mencari urat-urat
peta purba diciptakan angin; di tanah yang kita pijak
kehilangan takdir dan malaikat oleh kepalsuan
yang setiap hari kita cipta dan suburkan


S.M. Zakir
23 Mac 2011
Bukit Jalil, Kuala Lumpur

Dewan Sastera, Jun 2011

No comments: